About Gaialtair Heaven

My Photo
This blog is dedicated to a fiction titled after "Altaira Soldiers", originally written by Rizki Musthafa A. Born and grew up in an enchanted land called Indonesia (Or should I suggest the former name Atlantis?), this meant to please all thirsty souls to drink freely and let thy selves cured.

Tuesday, November 8, 2011

Virginea and the Future

Ia telah kembali ke kamarnya.

Virginea mengantuk terlalu cepat malam ini, pikirku.

Pesta ulang tahunnya yang ke-10 berlangsung cukup cepat. Pesta ulangtahun ke-10 yang kesembilan kalinya, hitungku.

Hanya beberapa orang dari Atkinson Library dan LAB yang hadir. Orang-orang Kementrian di Lakecity yang kuundang semuanya mewakilkan kehadiran mereka lewat surat. Tak apa. Memang hanya sampai sekian jauhlah mereka bisa meninggikan dirinya. Tahun-tahun ini memang menjadi catatan baru buatku. Orang-orang kementrian sebelumnya lebih dapat menjaga wibawa mereka dengan menghormati setiap undangan yang datang.

Virginea anakku terlihat tersenyum seperti biasa di pesta. Mau memperkenalkan dirinya sendiri kepada orang-orang itu, malah. Salah satu kelebihannya. Namun ada yang kurasakan sepi dalam bahasa tubuhnya. Sepi, tanpa teman.

Aku merasakan itu lebih dari sebelumnya. Usia Virginea dalam tubuh seperti ini memang tak mungkin dapat disusul oleh teman-temannya yang nir-abadi.

Aku sudah pernah membahas hal ini dengannya dulu, dulu sekali, tepat ketika ia mencapai usia 20 tahun dalam tubuh yang sama.

“Ayah?”. Suaranya memanggilku dari langit-langit ruangan.

“Ya, sayang?” aku menengadah. Ia duduk di ujung sandaran balkon. Tempat yang tak biasa untuk manusia, apalagi anak se’umur’nya.

“Aku bisa mendengar pikiranmu lagi”.

Wajar, pikirku. Aku sudah bisa melakukan pembacaan pikiran sejak tahun ke 100 hidupku sebagai vampir.

Ia terlihat amat khawatir.

“Ada yang harus kusampaikan tentang ‘teman’ ini, yah”.

Tubuhnya turun perlahan nyaris melayang, seperti bulu.

Aku segera sadar, ada pembacaan pikiran yang terlewat olehku, tersembunyi darinya belakangan ini.

Ia menceritakan mimpinya kepadaku. Ia pun menusukkan jarum ke jarinya dan setitik darah keluar dari situ, tanpa menutup kembali secepat dulu.

Hidup abadi kami berakhir, walau kekuatan yang kami peroleh setelah berabad-abad menumpuk ilmu tak pernah surut kembali.

Hatiku kegirangan. Seluruh sejarah hidup kami mengalir kembali setelah berabad-abad hidup dalam ujian keabadian.

Rasa tertekan sebagai vampir yang kami miliki hilang, lenyap, kembali hidup.

Ia juga. Kami berdua berdansa dalam pikiran masing-masing.

“Apakah ini berarti aku mulai dapat memiliki teman, ayah?”

Aku mengangguk padanya.

Namun segera aku mengesampingkan perasaan bahagia ini. Kubiarkan Virginea hanya menikmati perasaan senang yang kami peroleh, setelah hidup kembali. Ada yang lain yang kupikirkan setelah terjadinya nir-abadi ini. Pastilah akan terjadi sesuatu antara Altaira dan Gaia. Tidak harus ketidak seimbangan. Sesuatu yang lain, lebih besar. Sejarah akan memasuki babak baru setelah ini. Setelah beberapa abad, saatnya bersiap-siap memanggil kembali para kandidat Altaira Soldiers.

Aku menyalakan peta bintang di langit-langit ruangan ini. Rasi Scorpio dan Taurus terlihat saling beradu di sisi kiri dan kanan.

Aku bersiap-siap menulis kembali surat undangan mendaftar Lake Academia. Cukup 2 orang. 3 dengan Virginea.

Tahun ini adalah tahun yang khusus.

Ada sesuatu yang besar akan terjadi.

Benakku melayang ke Dromabia. Akankah Virginea dapat pulang kembali kepada orang tua aslinya?

Bukan aku, Drakaole Olbrian.

Saturday, August 27, 2011

Sup untuk anak di Rumah Pohon

Scorpie kembali merebahkan diri.

Rumah pohon yang sempit itu makin terasa sempit.
Di luar angin bertiup amat kencang, terlalu kencang, pikirnya.

tedengar ketukan dari luar pintunya

Taura.

"Aku bawakan sup hangat", katanya saat dibukakan pintu

Hanya mendelik, Scorpie diam-diam terenyuh dalam hati.
Anak ini tulus sekali, datang ke rumah pohonku saat cuaca seburuk ini.

"Bagaimana komik buatanmu?"

Scorpie tak berbicara, hanya mengambil naskah yang sudah jadi,
lalu memberikannya pada Taura.

"Ini khan jalanan kota kecil ini"

Taura bertanya apakah Scorpie betul-betul berniat untuk tinggal di Lakecity.
Anak itu mengangguk.

"Kalau begitu aku akan lebih sering lagi membuatkan sup untukmu", ujar Taura sambil tersenyum.


Thursday, December 23, 2010

Soldiers for you all...

Kami terkumpul...

Siapa yang pernah tahu
tahun demi tahun yang berlalu
akan melahirkan begitu penuh cerita
Dunia dalam dunia
Ketika Sang Pencipta menciptakan pencipta baru
kehidupan, kematian, dan segala sesuatu di antaranya

Dimulainya kisah ini hanyalah ketika mereka sudah mengerti siapa dirinya sebenarnya

Youri
...yang suka bertualang, jatuh ke negeri asing akibat keingintahuannya

Taura.
...yang selalu ingin menetap di kota yang tak pernah mengekangnya

Geiami
...yang hidup dengan sepuluh wajah

Kanichiro
...yang membunuh demi kelangsungan hidupnya

Leonard
...yang memberontak dengan tenangnya dan mengejutkan

Virginea
...yang selalu menuruti siapapun orang yang berjasa padanya

Olbrian
...yang menunggu waktu dan menikmati ratusan tahun sejarah dunia

Scorpie
...yang mengintai lalu melahap sumber ilmu sebagai mangsanya dan menjadikan mereka pion

Sag-O Thar
...yang selalu memanah mati pelanggar daerah yang dilindunginya

Carprozan
...yang merasa unggul dan harus menyelesaikan seluruh masalah sendirian

Aquario
...yang rela berbohong dan menyamar demi kebenaran sejati...

Phiasca
...yang melarikan diri jauh ke dasar samudera untuk kebahagiaan semua orang


Soldiers?
Apa yang di-sold, dijual?
relakah para Soldiers ini tak dibayar?
Walau dengan kebahagiaan
atau sepotong besar bagian dari kue dunia

Altaira hanyalah satu dari sekian banyak dunia
Bumi, sang Gaia pun hanyalah temannya

Teman hanya di kala duka, gundah, gulana.
Teman yang menghindari rasa bahagia

Karena bahagia itu fana

Monday, November 2, 2009

(SINOPSIS BUKU 1)

 

Aku terbangun…

Terhampar tumbuhan yang bentuknya baru pertama kali kulihat.

Pendek, namun banyak. Inikah rerumputan?

Cahaya jatuh di atas pipiku. Hangat, namun lembut, ini pastilah cahaya matahari.

Bunyi-bunyian yang aneh, mengelilingi diriku. Mereka terdengar riang. Burungkah itu ?

Ah...ternyata sampai.

Inikah Gaia...?

Peramal suci Zea sudah memberitahuku.

Aku masih sedikit terguncang,

Tapi terus-terusan takjub, melihat ke sekeliling. 

Cuma bisa terbaring.

Terperanjat setiap kali ada suara mendekat kepadaku, walau sesungguhnya itu cuma deru angin.

Seharusnya aku tidak terlalu asing dengan keadaan di tempat ini.

Namaku Youri, pelajar tahun kedua di Aeolian Tree Community, program penelusuran legenda suci. 

Aku cukup beruntung menjadi grenob pertama yang langsung meneliti Gaia.

Perbuatan yang cukup nekat, kata teman-temanku. 

Kenekatanku? Aku dan Po, sahabatku, menyelinap masuk ke dalam pohon perpustakaan 10000 kunci.

Di sinilah diriku sekarang. Terusir dari duniaku, Altaira, menuju dunia ini, Gaia. 

 

Seorang anak mendekat... dia memungut tubuh kecilku...

Kesempatan ini mungkin tidak akan datang dua kali. Dia membawaku pulang. 

Tapi aku mengkhawatirkan Po.

Jatuh di mana dirinya?